Jumat, 18 Oktober 2013

Sekilas Tentang Aproksimasi Kesalahan


Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak pernah lepas dari kegiatan membilang dan mengukur. Pengamatan terhadap gejala secara umum tidaklah lengkap apabila tidak disertai data kuantitatif yang didapat dari hasil pengukuran.
Saat ini kegiatan pengukuran tidak hanya menggunakan alat ukur konvensional seperti penggaris dan meteran yang fungsinya terbatas pada pengukuran panjang, tetapi dapat menggunakan peralatan digital. Sebagai contoh, untuk mengetahui tekanan seseorang, seorang dokter dapat menggunakan tensimeter digital, sehingga langsung dekatahui hasilnya.

Mengukur adalah membandingkan sesuatu yang diukur dengan besaran jenis yang ditetapkan sebagai satuan atau suatu kegiatan atau proses mengidentifikasi dan mengumpulkan data. Kemudian membandingkan data tersebut terhadap suatu parameter atau ukuran tertentu dengan tujuan tertentu. Sedangkan membilang atau menghitung merupakan sesuatu yang pasti (eksak).

Aproksimasi adalah pembulatan nilai terhadap hasil pengukuran dan tidak berlaku untuk hal yang sifatnya eksak (seperti hasil membilang atau menghitung).

Ada tiga cara pendekatan dalam pembulatan hasil pengukuran yaitu:

1. Pembulatan ke satuan ukuran terdekat
Jika angka berikutnya lebih dari atau sama dengan 5 (  > 5), maka angka di depannya ditambah satu dan jika angka berikutnya kurang dari 5 ( < 5 ), maka angka ini dihilangkan dan angka di depannya tetap.
Contoh:

20,6 gram   (dibulatkan ke gram terdekat) ----------->>>posisi 0 adalah tempat satuan ukuran yang diinginkan dan 6 > 5, sehingga angka di depannya di tambah satu, 0 + 1 = 1. Jadi, 20,6 gram = 21 gram, jika dibulatkan ke gram terdekat.

3,5381 gram (dibulatkan  ke perseratusan gram terdekat)------------->>> posisi 3 setelah desimal (,) adalah tempat satuan ukuran yang diinginkan dan 8 > 5, sehingga angka didepannya ditambah satu, 3 + 1 = 4. Jadi, 3,5381 gram = 3,54 gram, jika dibulatkan ke gram terdekat.

2. Pembulatan ke banyaknya angka atau tempat desimal
Cara ini digunakan untuk memudahkan dalam menyederhanakan perhitungan, sesuai dengan ketelitian yang diinginkan.
Contoh:
Bulatkan hasil pengukuran 43,127539 gram sampai dengan lima tempat desimal, sampai dengan tiga tempat desimal, dan sampai dengan dua tempat desimal

 43,127539 gram = 43,12754 (dibulatkan sampai dengan lima tempat desimal)
 43,127539 gram = 43,128    (dibulatkan sampai dengan tiga tempat desimal)
 43,127539 gram = 43,13       (dibulatkan sampai dengan dua tempat desimal)

3. pembulatan ke banyaknya angka penting (signifikan)
Semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran disebut angka penting, terdiri atas angka-angka pasti dan angka-angka terakhir yang ditaksir. Pembulatan ke angka penting mengacu pada aturan angka penting berikut: "Semua angka bukan nol adalah penting, dan angka nol adalah penting, KECUALI angka nol yang berada di depan angka bukan nol pada bilangan desimal kurang dari satu".
Contoh :

4,167 m ----->>> memiliki empat angka penting karena semua angka merupakan angka bukan nol.

0,305 ton ----->>> ada tiga angka penting karena angka nol di depan bukan angka penting.

0,00100480 ampere ------->>> ada enam angka penting karena angka nol di depan angka bukan nol bukan angka penting

0,017368 m  =  0,0174 m ----->>> (Jika dibulatkan hingga 3 angka penting)

nah gimana??? sudah ada pencerahan buat sobat???.... hehehehe... ^_^

0 komentar:

Posting Komentar