Contoh:
20,6 gram (dibulatkan ke gram terdekat) ----------->>>posisi 0 adalah tempat satuan ukuran yang diinginkan dan 6 > 5, sehingga angka di depannya di tambah satu, 0 + 1 = 1. Jadi, 20,6 gram = 21 gram, jika dibulatkan ke gram terdekat.
3,5381 gram (dibulatkan ke perseratusan gram terdekat)------------->>> posisi 3 setelah desimal (,) adalah tempat satuan ukuran yang diinginkan dan 8 > 5, sehingga angka didepannya ditambah satu, 3 + 1 = 4. Jadi, 3,5381 gram = 3,54 gram, jika dibulatkan ke gram terdekat.
2. Pembulatan ke banyaknya angka atau tempat desimal
Cara ini digunakan untuk memudahkan dalam menyederhanakan perhitungan, sesuai dengan ketelitian yang diinginkan.
Contoh:
Bulatkan hasil pengukuran 43,127539 gram sampai dengan lima tempat desimal, sampai dengan tiga tempat desimal, dan sampai dengan dua tempat desimal
43,127539 gram = 43,12754 (dibulatkan sampai dengan lima tempat desimal)
43,127539 gram = 43,128 (dibulatkan sampai dengan tiga tempat desimal)
43,127539 gram = 43,13 (dibulatkan sampai dengan dua tempat desimal)
3. pembulatan ke banyaknya angka penting (signifikan)
Semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran disebut angka penting, terdiri atas angka-angka pasti dan angka-angka terakhir yang ditaksir. Pembulatan ke angka penting mengacu pada aturan angka penting berikut: "Semua angka bukan nol adalah penting, dan angka nol adalah penting, KECUALI angka nol yang berada di depan angka bukan nol pada bilangan desimal kurang dari satu".
Contoh :
4,167 m ----->>> memiliki empat angka penting karena semua angka merupakan angka bukan nol.
0,305 ton ----->>> ada tiga angka penting karena angka nol di depan bukan angka penting.
0,00100480 ampere ------->>> ada enam angka penting karena angka nol di depan angka bukan nol bukan angka penting
0,017368 m = 0,0174 m ----->>> (Jika dibulatkan hingga 3 angka penting)
nah gimana??? sudah ada pencerahan buat sobat???.... hehehehe... ^_^








